Sabtu, 06 November 2010

BANTALAN


Definisi

Bantalan adalah elemen mesin yang menumpu poros seghingga putaran gerakan bolak-baliknya dapat berlangsung secara halus dan aman

Jenis Bantalan:

1. Bantalan licin / luncur metal jalan & metal duduk

Pada bantalan luncur, permukaan poros (tap) bergesekan dengan permukaan bantalan. Guna melicinkan gesekan-gesekan tersebut digunakanlah minyak pelumas sebagai lapisan perantranya.

Contoh :

Poros engkol dilengkapi bantalan-bantalan yang berfungsi menghindari gesekan-gesekan yang terjadi antara poros engkol dengan bagian-bagian yang berputar lainnya. Bagian poros engkol yang menumpu torak disisipi bantalan luncur yang disebut metal jalan, sedangkan bagian poros engkol yang menopang pada blok mesin disisipi bantalan luncur yang disebut metal duduk.

journalbearing.gif

Macam-macam bantalan luncur


a. Bantalan luncur radial

Bantalan Radial atau disebut jurnal bearing, dimana arah beban yang ditumpu bantalan adalah tegak lurus terhadap sumbu poros. Bantalan ini untuk mendukung gaya radial dari batang torak saat berputar. Konstruksinya terbagi / terbelah menjadi dua agar dapat dipasang pada poros engkol.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKvtTyWYC_AvjSz9WFWXBSNMVPoDe0CfCnNJ8cl0laxiiVHlImefMb5GY_620KdQnAg3uZKUbAN5hYR4IVektE5vVncq3UutipUS3LYZaA2K5UHWUqBRMskzD5cGxnHohvmpT33ghQ_JB5/s320/ring.jpg

b. Bantalan luncur aksial

Bantalan aksial atau disebut trust bearing, yaitu arah beban yang ditumpu bantalan adalah sejajar dengan sumbu poros.Bantalan ini menghantarkan poros engkol menerima gaya aksial yaitu terutama pada saat terjadi melepas / menghubungkan plat kopling saat mobil berjalan. Konstruksi bantalan ini juga terbelah / terbagi menjadi dua dan dipasang pada poros jurnal bagian paling tengah.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPCJCKjVBJK7xms-f7fE9u554TaAcITq-u9WHYz5fRusEgTcSYB8I8ULleXb_byNX_2lykUxaPJ7ZIOzllbS7Mp0SzVWB3QrkA3O3fgJtJBGqSMaKLnPCBu7QVHAQOR_jURiENHDYGQxf2/s320/ring1.jpg

Bahan-bahan bantalan luncur:

Bahan untuk bantalan luncur harus memenuhi persyaratan berikut:

Ø Mempunyai kekuatan yang cukup (tahan beban dan kelelahan)

Ø Dapat menyesuaikan diri terhadap lenturan poros yang tidak terlalu besar atau terhadap perubahan bentuk yang kecil

Ø Mempunyai sifat anti las (tidak dapat menempel) terhadap poros jika terjadi kontak dan gesekan antara logam dan logam

Ø Sangat tahan karat

Ø Dapat membenamkan kotoran atau debu kecil

Ø Murah harganya

Ø Tidak terlalu terpengaruh oleh temperature

1. Bahan-bahan untuk bantalan umum
a. Paduan tembaga, termasuk dalam golongan ini adalah perunggu, perunggu fosfor, dan perunggu timah hitam.
b. Logam putih, termasuk dalam golongan ini adalah logam putih berdasar Sn (yang disebut logam babit) dan logam putih berdasar Pb.

2. Bahan untuk bantalan tanpa pelumasan
Bahan ini mengandung pelumas di dalamnya sehingga dapat dipakaii sebagai bantalan yang melumasi sendiri. Bantalan semacam ini dipakai bila tidak memungkinkan perawatan secara biasa, yaitu:
a. Jika letak bantalan tidak memungkinkan pemberian pelumas dariluar
b. Jika bantalan mempunyai gerakan bolak-balik sehingga kemungkinan terbentuknya lapisan
minyak sangat kecil
c. Untuk alat-alat kimia atau pengolahan air
d.Untuk kondisi khusus seperti beban besar, temperatur tinggi, temperatur rendah atau
keadaan hampa.


Bantalan tanpa minyak dapat berupa:
a. Bantalan plastik
b. Bantalan logam yang diresapi minyak
c. Pelumas padat

3. Bantalan luncur hidostatik

Bantalan semacam ini dipakai sebagai bantalan utama pada mesin perkakas presisi tinggi, misalnya pada meja putar bubut vertikal besar. Bahan bantalan dapat berupa minyak atau udara. Dalam hal ini, minyak atau udara dialirkan dengan tekanan ke dalam celah bantalan untuk mengangkat beban dan menghindari keausan ataupenempelan pada mesin berputar.

4. Bahan bantalan khusus

a. Bantalan Kayu, dipakai dalam mesin pengolahan makanan.

b. Bantalan Karet, dicampur dengan air sebagai pelumas, Bantalan karet mempunyai koefisien gesek yang rendah. Bantalan karet juga dapat meredam bunyi dan getaran.

c. Bantalan Grafit Karbon, merupakan bahan yang sepenuhnya dapat melumasi sendiri dan bekerja pada temperatur tinggi.penambahan serbuk babit, perak, atau tembaga dapat memperbaiki sifatnya yang susah bereaksi sebagai bantalan.

d. Bantalan Permata, dipakai pada alat-alat ukur. Merupakan bantalan dari batu akik seperti delima (ruby), dan batu nilam (sapphire).

Berdasar bahannya batalan luncur dibedakan menjadi :

a. Bantalan satu bahan Yaitu bantalan yang terbuat dari satu jenis bahan saja seperti besi tuang kelabu atau perunggu . Jenis ini hanya digunakan pada motor dengan beban ringan.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiz7hlmCzkxrSdhn5V8DNOvHmkc3WyGK2ZgwpVkMWqoPIVFKnThd6M-zGTJvrjORt7oDPjs95NEy3RhFcKeZ1-EqQHGJySqeAl3calb0wgTtR3Mr4b1wLvx57mTlX2nEkJmimGlZPgDQOlJ/s320/ring3.jpg

b. Bantalan dua bahan

Bantalan ini mempunyai dua bahan untuk pendukung dan untuk bagian luncurnya.Untuk bagian pendukungnya terbuatdari Cuprum / tembaga (Cu) , Plumbum / timbal( Pb), Timah/Stannum (Sn) atau paduan alumunium , sedanng bagian luncurnya biasanya terbuat dari : Plumbum (Pb) atau Timah/Stannnum (Sn). Jenis ini mempunyai sifat luncur yang baik serta daya dukungnya lebih besar


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpNfsrhPjTEYN05QlPOwNMngCrYFVdy9l4y8pXYXW84S9olLPNa3OzzC4dkDgR40DuxAWbY4-pzzLhVWi95zfsEBjgm6mOg2fqqWqsk8xVoOvEpNyCwkqSswhyphenhyphenzJkaG8riCHpZjIeX7PVK/s320/ring4.jpg

c. Bantalan tiga bahan :
Bantalan ini biasanya pelindungya terbuat dari baja ,pendukungnya terbuat dari Pb , Cu atau Sn dan permukaan luncurnya terbuat dari Pb atau Sn dengan proses galvanis.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhsJWCu9iiPfiVCKeBXTmhB0zxIUowiePgpZUSTDLDVP-jBtcyzTidvcIQOrux0RrmyRSpOtm2SInvVWj4XBhjGLXFsdYfCASiW5Iqfpi1V_yM-P3wCSHs_tlsCVLcJUJzXwklJx6K9avIp/s320/ring5.jpg

Keuntungan bantalan Luncur :

· mampu menumpu poros berputaran tinggi dengan beban geser.

· Dapat dibuat dan dipasang dengan mudah,

· Mudah menggantinya bila aus,

· Dapat meredam getaran dan tumbukan sehingga hampir tidak bersuara.

Kelemahannya :

· Memerlukan momen awal yang besar,

· Pelumasannya agak rumit

Cara Pelumasan Untuk Bantalan Luncur ( metal jalan & metal duduk)

Cara pelumasan yang paling tepat untuk melumasi metal duduk & metal jalan adalah :

a. Pelumasan Pompa

Pelumasan pompa cocok digunakan untuk keadaan kerja dengan kecepatan tinggi dan beban besar.di sini pompa digunakan untuk mengalirkan minyak ke dalam bantalan yang sulit letaknya seperti bantalan utama motor yang berputaran tinggi.

b. Pelumasan Celup
Sebagian bantalan dicelupkan dalam minyak. Cara ini cocok untuk bantalan dengan poros tegak seperti pada turbin air.

2. Bantalan gelinding / Bearing

Pada bantalan ini, terjadi gesekan gelinding antara bagian yang berputar dengan yang diam melalui elemen gelinding seperti bola (peluru), rol, rol jarum dan rol bulat.

Contoh :

Pada poros/as roda yang digunakan adalah bantalan gelinding (bearing), karena bantalan gelinding mampu menahan beban berat. Bearing di pasang di kiri dan kanan roda, serta bushing yang di pasang di tengah. Bushing sendiri memiliki fungsi untuk menahan bearing dan as roda agar segaris lurus ( horizontal ) dan tetap stabil bila terjadi guncangan yang keras. Susunannya dapat diliha t pada gambar di bawah ini .

bantalan.png

Salah satu contoh bantalan gelinding adalah sebagai :

Bantalan bola.

http://static.howstuffworks.com/gif/bearing-ball.gif

Bantalan bola adalah unsur mesin yang memperbolehkan dua benda yang terpasang menjadi satu bergerak satu terhadap yang lain. Bantalan bola mengurangi gesekan dengan memanfaatkan benda gelinding (bentuk bola atau bentuk silinder). Bantalan bola menerima tekanan radial (tegak lurus sumbu poros), tetapi tidak dapat menerima tekanan axial (sejajar sumbu poros). Lihat gambar di bawah ini.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhe0kbRoKPX-E77WeZ4x808WYdtP2U0FCpjFb2_Y1tlRJ6Kdz3uVnaSDnZceQnLvoGsCTQ574UJc8BDH0nTxdBRtcd15kWZVfEs1PA1L-wWVhN57VBF3-MlH2hjoyidLrOp5j3BMeM5jsme/s320/GLD.jpg

Konstruksi bantalan bola



Keterangan :

  1. Outer race (alur luar)
  2. Retainer (pengikat bola)
  3. Ball (bola)
  4. Inner race (alur dalam)
  5. Shield (pelindung)

Bahan Bantalan Gelinding


Cincin dan elemen gelinding pada bantalan pada umunya dibuat dari baja bantalan khrom karbon tinggi. Baja bantalan dapat memberikan efek stabil pada perlakuan panas. Baja ini dapat memberikan umur panjang dengan keausan sangat kecil.


Untuk bantalan yang memerlukan ketahanan khusus terhadap kejutan, dipakai baja paduan karbon rendah yang kemudian diberi perlakuan panas dengan sementasi. Baja semen yang kedalaman sementasinya dan kekerasan dari inti dan permukaannya adalah sedang, dapat menahan tumbukan yang besar beberapa kali kemampuan baja bantalan.


Untuk bantalan yang tahan panas dan tahan karat terdapat baja kecepatan tinggi atau deretan martensit dari baja tahan karat.

Pelumasan Bantalan Gelinding


Pelumasan bantalan gelinding terutama dimaksud untuk mengurangi gesekan dan keausan antara elemen gelinding dan sangkar, membawa keluar panas yang terjadi, mencegah korosi dan menghindari masuknya debu. Cara pelumasan ada dua macam yaitu pelumasan gemuk dan pelumasan minyak.


Pelumasan minyak merupakan cara yang berguna untuk kecepatan tinggi atau temperatur tinggi. Yang paling populer diantaranya adalah pelumasan celup. Pada cara ini, dengan poros mendatar, minyak harus diisikan sampai tengah-tengah elemen gelinding yang terendah. Adalah suatu keharusan bahwa temperatur minyak dijaga tetap. Untuk maksud ini dipakai pipa pendingin atau sirkulasi air. Untuk poros tegak, bila berputar dibawah kecepatan, tinggi permukaan minyak harus sedemikian rupa hingga 30-50 % dari elemen gelinding tercelup dalam minyak.

Sabtu, 23 Oktober 2010

ETIKA PROFESI

Etika profesi berkaitan dengan bidang pekerjaan yang telah dilakukan seseorangdan sangatlah perlu untuk menjaga profesi terhadap lingkungan. Dengan kata lain orientasi utama profesi adalah untuk kepentingan lingkungan dengan menggunakan keahlian yang dimiliki. Apabila tanpa disertai suatu kesadaran diri yang tinggi,profesi bisa disalahgunakan oleh seseorang seperti pada penyalahgunaan profesi seseorang dibidangnya misalnya pada kasus kejahatan korupsi yang dapat merugikan lingkungan. Sehingga perlu pemahaman atas etika profesi dengan memahami etika dalam berprofesi. Dan dalam etika profesi ini seseorang yang professional agar tidak merusak etika profesi diperlukannya prinsip profesionalitas yang digariskan, yaitu mampu mengetahui suatu hal yang harus dikerjakan dan yang tidak harus dikerjakan sehingga tidak dapat merugikan orang lain.

Kesimpulan dalam etika profesi adalah kesadaran itu penting sebagai profesinal dalam menjalankan suatu pekerjaan yang tidak merugikan lingkungan atau orang lain.

Rabu, 13 Oktober 2010

tugas mesin konversi energi

1. SIKLUS TERMO

SIKLUS DIESEL
Pada mesin diesel, hanya udara dikompresi selama langkah kompresi, menghilangkan kemungkinan autosulutan (knock mesin). Oleh karena itu, mesin diesel dapat dirancang untuk beroperasi pada kompresi jauh lebih tinggi rasio dari pada mesin SI, biasanya antara 12 dan 24.

Pada mesin diesel, busi diganti dengan injector bahan bakar, dan udara hanya dikompresi selama proses kompresi.



  • 1-2isentropic kompresi
  • 2-3constant-volume panas Selain
  • 3-4isentropic ekspansi
  • 4-1constant-volume penolakan panas

SIKLUS OTTO

Secara thermodinamika, siklus ini memiliki 4 proses thermodinamika yang terdiri dari 2 buah proses isokhorik (volume tetap) dan 2 buah proses adiabatis (kalor tetap). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat diagram tekanan (p) vs temperatur (V) berikut:



  • Langkah 0-1 adalah langkah isap,
  • langkah 1-2 adalah langkah pemampatan,
  • garis 2-3 adalah pembakaran secara cepat yang menghasilkan pemanasan gas pada volume konstan,
  • langkah 3-4 adalah langkah ekspansi gas panas,
  • sedang segmen 4-1 turunnya tekanan secara tiba-tiba karena dibukanya katup buang.
  • Setelah itu gas dibuang pada langkah 1-0.


Maksud siklus seperti pada gambar di atas beserta penjelasannya adalah sebagai berikut:

1. Langkah isap (0-1) dan langkah buang (1-0) dianggap sebagai proses tekanan tetap.

2. Langkah pemampatan (1-2) dianggap berlangsung secara adiabatik, karena proses tersebut berlangsung sangat cepat sehingga dianggap tidak ada panas yang sempat keluar sistem.

3. Proses pembakaran (garis 2-3) dianggap sebagai pemasukan (pengisian) kalor pada volume konstan.

4. Langkah kerja (3-4) dianggap juga berlangsung adiabatik. Penjelasan sama dengan nomor 2.

5. Proses penurunan tekanan karena pembukaan katup buang (garis 4-1) dianggap sebagai pengeluaran (pembuangan) kalor pada volume tetap.

6. Fluida kerja dianggap gas ideal sehingga memenuhi hukum-hukum gas ideal.


2. PERBEDAAN SIKLUS OTTO DAN DIESEL 2 TAK

Perbedaan antara motor diesel dan motor bensin adalah terletak pada proses pembakaran bahan bakar, pada motor bensin pembakaran bahan bakar terjadi karena adanya loncatan api listrik yang dihasilkan oleh dua elektroda busi (spark plug), sedangkan pada motor diesel pembakaran terjadi karena kenaikan temperatur campuran udara dan bahan bakar akibat kompresi torak hingga mencapai temperatur nyala. Karena prinsip penyalaan bahan bakarnya akibat tekanan maka motor diesel juga disebut compression ignition engine sedangkan motor bensin disebut spark

3. PERBEDAAN LANGKAH ICE 2 TAK DAN 4 TAK

Mesin 4-tak dalam satu siklus kerjanya terdiri dari empat tahap yaitu hisap, tekan, ekspansi/usaha, buang. Jika mesin 4 tak memerlukan 2 putaran crankshaft dalam satu siklus kerjanya, maka untuk mesin 2-tak hanya memerlukan satu putaran saja. Hal ini berarti dalam satu siklus kerja 2 tak hanya terdiri dari 1 kali gerakan naik dan 1 gerakan turun dari piston saja. Desain dari ruang bakar mesin 2 tak memungkinkan terjadunya hal semacam itu. Ketika piston naik menuju TMA untuk melakukan kompresi maka katup hisap terbuka dan masuklah campuran bahan bakar dan udara, sehingga dalam satu gerakan piston dari TMB ke TMA menjalankan dua langkah sekaligus yaitu kompresi dan isap. Pada saat sesaat sebelum piston mencapai TMA maka busi menyala, gas campuran meledak dan memaksa piston kembali bergerak ke bawah menuju TMB. Gerakan piston yang ini disebut langkah ekspansi. Namun saat piston melakukan langkah ekspansi atau usaha, sesungguhnya juga melakukan langkah buang melalui katup buang. Hal ini bisa terjadi karena gas hasil pembakaran terdorong keluar akibat campuran bahan bakar dan udara baru yang juga masuk dari sisi kiri dinding silinder.


Sabtu, 08 Mei 2010

WAWASAN NUSANTARA


A.LATAR BELAKANG dan PENGERTIAN

Kata wawasan berasal dari bahasa jawa yaitu waswas (mawas) yang artinya melihat atau memandang, yang dapat kita artikan sebagai cara pandang atau cara melihat. Kehidupan Negara senantiasa dipengaruhi perkembangan lingkungan strategic sehingga wawasan harus mampu member inspirasi pada suatu bangsa dalam menghadapi berbagai hambatan dan tantangan yang ditimbulkan dalam mengejar kajayaannya

Untuk mewujudkan aspirasi dan perjuangan di butuhkan 3 faktor utama yaitu :

1. Bumi / ruang dimana bamgsa itu hidup

2. Jiwa, tekad dan semangat manusia / rakyat

3. Lingkungan

Wawasan Nasional adalah cara pandang suatu bangsa yang telah menegara tentang diri dan linghkungannya dalam eksitensinya yang seba terhubung serta pembangunan di dalam bernegara di tengah-tengah lingkungannya baik nasional, regional, maupun global.

B. LANDASAN WAWASAN NASIONAL

Wawasan nasional dibentuk dan dijiwai oleh paham kekuasaan dan geoplitik yang dianut negara tersebut.

1. Paham-paham kekuasaan

a. Machiavelli (abad XVII)

Dalam bukunya “The Prince” dikatakan sebuah negara akan bertahan apabila menerapkan dalil-dalil :

· Merebut dan mempertahankan kekuasaan segala cara dihalalkan

· Untuk menjaga rezim, politik adu domba (devide et empera) adalah sah

· Dalam dunia politik yang kuat pasti dapat betahan dan menang

b. Napoleon Bonaparte (abad XVIII)

Perang di masa depan merupakan perang total, yaitu perang yang mengarahkan segala daya upaya dan kekuatan nasional.

c. Jendral Clausewitz (abad XVIII)

Dalam bukunya “Vom Kriegen” (tentang perang).diakatakan perng adalah kelanjutan politik degan cara lain. Buat dia perang sah-sah saja untuk mencapai tujuan nasional suatu bangsa.

d. Fuerback dan Hegel (abad XVII)

Paham materialism Fuerback dan teori sintesis Hegel menimbulkan aliran kapitalisme dan komunisme.

e. Lenin (abad XIX)

Memodifikasi teori Clausewitz dan teori ini diikuti oleh Mao Zhe Dong yaitu perang adalah kelanjutan politik dengan cara kekerasan. Pertumpahan darah / revolusi di negara lain di seluruh dunia adalah sah, yaitu dalam rangka mengomuniskan bangsa di dunia.

f. Lucian W. Pye dan Sidney (tahun 1972)

Dalam bukunya “Political Cultural dan Political Development” menyatakan bahwa kemantapan suatu system politik hanya dapat dicapai apabila berakar pada kebudayaan politik bangsa yang bersangkutan.

2. Teori-teori geopolitik (ilmu bumi politik)

Geopolitik adalah ilmu yang mempelajari gejala-gejala politik dan aspek geografik. Teori ini banyak dikemukakan oleh sarjana seperti :

a. Federich Ratzel

1. Pertumbuhan negara memerlukan ruang hidup, melalui proses lahir, tumbuh kembang, mempertahankan hidup tetapi dapat juga menyusut dan mati.

2. Negara identik dengan suatu ruang yang ditempati oleh kelompok politik dalam arti kekuatan.

3. Suatu bangsa dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya tidak terlepas dari hukum alam.

4. Semakin tinggi budaya bangsa semakin besar kebutuhan atau dukungan sumber daya alam.

Ajaran Rentzel menimbulkan dua aliran :

· Menitik beratkan kekuatan darat

· Menitik beratkan kekuatan laut

b. Rudaolf Kjellen

1. Negara sebagai satuan biologi,suatu organism hidup.

2. Negara merupakan suatu system politik/pemerintahan yang meliputi : geopolitik, ekonomi politik, demopoitik, sosialpolitik dan kratopolitik.

3. Negara tidak harus bergantung pada sumber pembekalan luar, tetapi mampu swasembada dan memanfaatkan kemajuan politik dan teknologi untuk meningkatkan kekuatan nasional.

c. Karl Haushofer

Pokok-pokok teori Haushofer ini pada dasarnya menganut teori Kjellen, yaitu :

1. Kekuasaan imperium daratan yang kompak akan dapat mengejar kekuasaan imperium maritime untuk menguasai pengawasan di laut.

2. Negara besar didunia akan timbul dan akan menguasai Eropa, Afrika, dan Asia barat (Jerman dan Italia) serta Jepang di Asia timur raya.

3. Geopolitik adalah doktrin negara yang menitik beratkan pada soal strategi perbatasan.

d. Sir Halford Mackinder (konsep wawasan benua)

Ajarannya menyatakan : barang siapa dapat menguasai “daerah jantung”, yaitu Eropa dan Asia, akan dapat menguasai “pulau dunia”.

e. Sir Walter Raleigh dan Alfred Thyer Mahan (konsep wawasan bahari)

Barang siapa menguasai lautan akan menguasai “perdagangan” , dan barang siapa yang menguasai “kekuasaan dunia” sehingga pada akhirnya dapat menguasai dunia.

f. W.Mitchel, A.Seversky, Giulio Douhet, J.F.C.Fuller (konsep wawasan dirgantara)

Kekuatan udara mempunyai daya tangkis terhadap ancaman dan dapat melumpuhkan kekuatan lawan agar tidak dapat mampu lagi menyerang.

g. Nicholas J.Spykman

Teori daerah batas (rimland) yaitu teori wawasan kombinasi, yang menggabungkan kekuatan darat, laut, udara dan dalam pelaksanaannya disesuaikan dengan keperluan dan kondisi suatu negara.

C. WAWASAN NASIONAL INDONESIA

a. Paham kekuasaan Indonesia

Bangsa Indonesia berfasalfah dan berideologi Pancasila menganut paham tentang perang dan damai berdasarkan : “Bangsa Indonesia cinta damai, akan tetapi lebih cinta kemerdekaan”.

b. Geopolitik Indonesia

Indonesia menganut paham ARCHIPELAGO CONCEPT yaitu laut sebagai penghuung daratan sehingga wilayah negara menjadi satu kesatuan yang utuh sebagai Tanah Air dan ini disebut negara kepulauan.

c. Dasar pemikiran wawasan nasional Indonesia

Pembahasan latar belakang filosofi sebagai dasar pemikiran dan pembinaan nasional Indonesia ditinjau dari :

1. Pemikiran berdasarkan falsafah Pancasila

Manusia Indonesia adalah mahluk ciptaan Tuhan yang mempunyai naluri, ahlak dan daya pikir, sadar akan keberadaannya yang serba terhubung dengan sesama, lingkungan alam semesta dan dengan Penciptanya.

Wawasan nasional merupakan pancaran dari Pancasila karena itu menghendakinya terciptanya persatuan dan kesatuan dengan tidak menghilangkan ciri, sifat dan karakter dan kebhinekaan unsure-unsur pembentuk bangsa (suku bangsa dan golongan).

2. Pemikiran berdasarkan aspek kewilayahan

Wilayah Indonesia pada saat merdeka masih berdasarkan peraturan tentang wilayah territorial yang di buat oleh belanda yaitu “Terrotoriale Zee en Maritiem Kringen Ordinantie 1939” (TZMKO 1939), dimana lebar laut wilayah/ territorial Indonesia adalah 3 mil diukur dari garis air rendah masing-masing pulau Indonesia. TZMKO 1939 tidak menjamin kesatuan wilayah Indonesia sehingga pada tanggal 13 desember 1957 pemerintah mengeluarkan Deklarasi Djuanda yang isinya :

a. Segala perairan di sekitar, di antara dan yang menghubungkan pulau-pulau yang termasuk negara Indonesia dengan tidak memandang luas/lebarnya adalah bagian-bagian yang wajar sebagai wilayah daratan Indonesia.

b. Lalu-lintas yang damai di peraiaran pedalaman bagi kapal-kapal asing dijamin selama dan sekadar tidak bertentangan/mengganggu kedaulatan dan keselamatan negara Indonesia.

c. Batas laut teritorial adalah 12 mil diukur dari garis yang menghubungkan titik-titik ujung yang terluar pada pulau-pulau negara Indonesia.

Luas wilayah Indonesia sekitar 5.176.800 km2. Sesuai dengan Hukum Laut Internasional yang telah disepakati oleh PBB tahun 1982. Wilayah perairan laut Indonesia dapat dibedakan tiga macam yaitu

a. Zona Laut Teritorial

Batas laut teritorial ialah garis khayal yang berjarak 12 mil laut dari garis dasar kearah laut lepas. Jika ada dua negara atau lebih menguasai suatu lautan, sedangkan lebar lautanitu kurang dari garis masing-masing negara tersebut. Garis dasar adalah garis khayal yang menghubungkan titik-titik dari ujung-ujung pulau terluar. Deklarasi Djuanda kemudian diperkuat/diubah menjadi Undang-Undang No.4 Prp.1960.

b. Zona Landasan Kontinen

Landasan Kontinen ialah dasar laut yang secara geologis maupun morfologi merupakan lanjutan dari sebuah kontinen (benua).kedalaman lautnya kurang dari 150 meter. Indonesia terletak pada dua buah landasan kontinen,yaitu landasan kontinen Asia dan landasan kontinen Australia. Pengumuman tentang baatas landas kontinen ini dikeluarkan oleh Pemerintah Indonesia pada tanggal 17 Februari 1969.

c. Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE)

Zona Ekonomi Ekslusif adalah jalur laut selebar 200 mil laut kea rah laut terbuak di ukur dari garis dasar. Pengumuman tentang ZEE Indonesia dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia tanggal 21 maret 1980.

Melalui Konfrensi PBB tentang Hukum Laut Internasional ke-3 tahun 1982, pokok-pokok negara kepulauan berdasarkan Archipelago Concept negara Indonesia diakui dan dicantumkan dalam UNCLOS 1982 (United Nation Convention on the Law of the Sea) atau konvensi PBB tentang Hukum Laut.

Indonesia meratifikasi Unclos 1982 melalui UU No.17 th.1985 dan sejak 16 Nopember 1993 Unclos 1982 telah diratifikasi oleh 60 negar sehingga menjadi hukum positif (hukum yang sedang berlaku di masing-masing negara).

3. Pemikiran berdasarkan Aspek Sosial Budaya

Budaya / kebudayaan secara etimologi adalah segala sesuatu yang dihasilkan oleh kekuatan budi manusia. Sosial Budaya adalah factor dinamik masyarakat yang terbentuk oleh keseluruhan pola tingkah laku lahir batin yang memungkinkan hubungan sosial diantara anggota-anggotanya.

Secara universal kebudayaan masyarakat yang heterogen mempunyai unsure-unsur yang sama :

Ø System religi dan upacara keagamaan system masyarakat dan organisasi kemasyarakatan

Ø System pengetahuan

Ø Bahasa

Ø Keserasian

Ø System mata pencaharian

Ø System teknologi dan peralatan

4. Pemikiran berdasarkan aspek kesejarahan

Kerajaan Sriwijaya dan majapahit landasannya adalah mewujudkan kesatuan wilayah, meskipun belum timbul rasa kebangsaan namun sudah timbul semangat bernegara. Kaidah – kaidah negara modern belum ada, yang ada berupa slogan, seperti slogan yang di tulis Mpu Tantular yaitu Bhineka Tunggal Ika.

Penjajahan disamping menimbulkan penderitaan juga menumbuhkan semangat untuk merdeka yang merupakan awal semangat kebangsaan yang diwadahi Boedi oetomo (1908) dan Sumpah Pemuda (19280).

D. Pengertian Wawasan Nusantara

1. Prof.Dr.Wan Usman

Wawasan Nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan tanah airnya sebagai negara kepulauan dengan semua aspek kehidupan yang beragam.

2. Kelompok kerja LEMHANAS 1999

Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa untuk mencapai tujuan nasional.

Landasan Wawasan Nusantara

Idiil Pancasila

Konstitusional UUD 1945

E. Unsur Dasar Wawasan Nusantara

1. Wadah (Contour)

Bangsa Indonesia memiliki organisasi kenegaraan yang merupakan wadah berbagai kegiatan kenegaraan dalam wujud supra struktur politik dan wadah dalam kehidupan bermasyarakat adalah berbagai kelembagaan dalam wujud infra struktur politik.

2. Isi (Content)

Adalah aspirasi bangsa yang berkembang di masyarakat dan cita-cita serta tujuan nasional yang terdapat dalam pembuakaan UUD 1945.

3. Tata Laku (Conduct)

Hasil interaksi antara wadah dan isi wasantara yang terdiri dari :

Ø Tata laku batiniah

Ø Tata laku lahiriah

F. Hakekat Wawasan Nusantara

Adalah keutuhan nusantara/nasional, dalam pengertian : cara pandang yang selalu utuh menyeluruh dalam lingkup nusantara dan demi kepentingan nasional. Berarti setiap warga bangsa dan aparatur Negara harus berfikir, bersikap dan bertindak secara utuh menyeluruh dalam lingkup dan demi kepentingan bangsa termasuk produk-produk yang dihasilkan oleh Negara.

G. Asas Wawasan Nusantara

Asas wasantara terdiri dari :

1. Kepentingan/ Tujuan yang sama

2. Keadilan

3. Kejujuran

4. Solidaritas

5. Kerjasama

6. Kesetian terhadap kesepakatan

Arah pandang wasantara meliputi :

1. Ke dalam

Bangsa Indonesia harus peka dan mencegah dan mengatasi sedini mungkin faktor-faktor penyebab timbulnya disintegrasi dan mengupayakan tetap terbina dan terpeliharanya persatuan dan kesatuan.

Tujuannya adalah menjamin terwujudnya persatuan kesatuan segenap aspek kehidupan nasional baik aspek alamiah maupun aspek sosial.

2. Keluar

Bangsa Indonesia dalam aspek kehidupan Internasional harus berudah untuk mengmankan kepentingan nasional dalamsemua aspek kehidupan baik politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan keamanan demi tecapainya tujuan nasioanal.

Tujuannya adalah menjamin kepentingan nasional dalam dunia yang serba berubah dan ikut serta melaksanakan ketertiban dunia.

H. Kedudukan Wawasan Nusantara

Wawasan Nusantara dalam paradigm nasional dapat dilihat dari hirarki paradigm nasional sbb :

· Pancasila (dasar negara) Landasan Idiil

· UUD 1945 (Konstitusi negara) Landasan Konstitusional

· Wasantara (Visi bangsa) Landasan Visional

· Ketahanan Nasional ( Konsepsi Bangsa) Landasan Konsepsional

· GBHN (Kebijaksanaan Dasar Bangsa) Landasan Operasional

Fungsi Wawasan Nusantara adalah pedoman, motivasi, dorongan serta rambu-rambu dalam menentukan segal kebijaksanaan keputusan, tindakan dan perbuatan, baik bagi penyelenggara negara di tingkat pusat dan daerah maupun bagi seluruh rakyat dalam kehidupan bermaasyarakat, bernegara dan berbangsa.

Tujuan Wawasan Nusantara adalah mewujudkan nasionalisme yang tinggi di segala bidang dari rakyat Indonesia yang mengutamakan kepentingan nasional dari pada kepentingan perorangan , kelompok, golongan, suku bangsa/ daerah.

I. Implementasi Wawasan Nusantara

Penerapan wasantara harus tercermin pada pola pikir, pola sikap, dan pola tindak yang senantiasa mendhulukan kepentingan negara.

a. Implementasi dalam kehidupan politik

b. Implementasi dalam kehidupan ekonomi

c. Implementasi dalam kehidupan sosial budaya

d. Implementasi dalam kehidupan pertahanan keamanan

Sosialisasi Wawasan Nusantara

1. Menurut sifat/ cara penyampaian :

a. Langsung ceramah, diskusi, tatap muka

b. Tidak langsung media massa

2. Menurut metode penyampaian :

a. Ketauladanan

b. Edukasi

c. Komunikasi

d. Integrasi

Tantangan Implementasi Wasantara :

1. Pemberdayaan Masyarakat

Pemberdayaan masyarakat dalam arti memberikan peranan dalam nemtuk aktivitas dan partisipasi masyarakat untuk tujuan nasional hanya dapat dilaksanakan oleh negara-negara dengan buttom-up planning , sedang untuk negara dengan top-down planning karena adanya ketertiban sumber daya manusia, sehingga diperlukan landasan berupa GBHN.

2. Dunia Tanpa Batas

a. Perkembangan IPTEK

Kualitas sumber daya Manusaia meupakan tantangan serius dalam menghadapi tantangan global.

b. Kenichi Omahe dalam bukunya “Borderless Word” dan “The End of Nation State” menyatakan : dalam perkembangan masyarakat global, batas-batas wilayah negara dalam arti geografi dan politik relative masih tetap, namun kehidupan dalam satu negara tidak mungkin dapat membatasi kekuatan global yang berupa informasi, investasi, industry dan konsumen yang makin individual.

3. Era Baru Kapitalisme

a. Sloan dan Zureker

Di era baru kapitalisme, system ekonomi untuk mendapatkan keuntungan dengan melakukan akticitas-aktivitas secara luas dan mencakup semua aspek kehidupan masyarakat sehingga diperlukan strategi baru yaitu adanya kesetimbangan,

b. Lester Thurow

Di era baru kapitalisme, negara-negara kapitalis dalam rangka mempertahankan eksitensinya di bidang ekonomi menekan negar-negara berkembang dengan menggunakan isu-isu global yaitu demokrasi, hak asasi manusia, dan lingkungan hidup.

4. Kesadaran Warga Negara

a. Pandangan Indonesia tentang Hak dan Kewajiban manusia Indonesia yang sama.

b. Kesadaran bela negara

Dalam mengisi kemerdekaan perjuangan yang dilakukan adalah perjaungan non fisik untuk memerangi keterbelakangan, kemiskinan, kesenjangan sosial, memberantas KKN,dll.

Prospek Implementasi Wawasan Nusantara

Berdasrkan beberapa teori pandangan global sbb :

1. Global Paradox

2. Borderless Word dan The End of Nation State

3. The Future of Capitalism

4. Building Win Win Word (Henderson)

5. The Second Curve (Ian Morison)

Keberhasilan Implementasi Wasantara

Diperlukan kesadaran WNI untuk :

1. Mengerti, memahami, mengahayati tentang hak dan kewajiban warganegara serta hubungan warganegara dengan negara.

2. Mengerti, memahami, mengahayati tentang bangsa yang telah menegara, bahwa dalam menyelenggarakan kehidupan memerlukan konsepsi wasantara.

Agar kedua hal itu terwujud , diperlukan sosialisasi dengan program yang teratur , terjadwal dan terarah.